Perkembangan kerja kelompok sejak tahun 1900

Sebelum tahun 1900, kerja kelompok telah dilakukan untukalasan-alasan fungsional dan pragmatis. Sebagian besar kelompok terdiri dari banyak anggota,dan menekankan pada upaya mendistribusikan informasi. Para pekerja sosial dan dokter menggunakan struktur kelompok untuk membantu individu mendapatkan pengetahuanmengenai diri sendiri dan orang lain (Shafter & Galinsky,1989). Pada tahun 1907, Jesse B.Davis mengembangkan kerja kelompok di sekolah untuk bimbingan kejuruan dan moral (Glanz &Hayes,1967 dalam Glading,1995).
 
Setelah kematian Frank Parson pada tahun 1908,banyak konselor menggunakan kerja kelompok sebagai suatu cara untuk menyebarkan informasidan menyediakan bimbingan pendidikan dan kejuruan. Kerja kelompok dalam bentuk bimbingan kelompok berakar pada bimbingan jabatan. Awal perkembangan bimbingan kelompok di Amerika serikat sejak George Boyden pada tahun 1912 memperkenalkan suatu pelajaran yang berkenaan dengan informasi jabatan pada siswa sekolah menengah atau di beauport, Connecticut dalam suasana kelas. Kelas yang dikembangkan Boyden itu bersifat instruksional dan menggunakan teknik-teknik serta prinsip-prinsip dinamika kelompok secara sistematis. Pada saat itu bimbingan kelompok lahir.

Pada tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an,bimbingan kelompok di sekolah dipusatkan pada tema-tema pribadi dan kejuruan. Pada awal kegiatan bimbingan kelompok adalah tanggungjawab guru kelas,yaitu untuk mengembangkan hubungan yang bersahabat, untuk menemukan kemampuan dan kebutuhan, dan untuk membentuk tingkah laku yang baik di sekolah, di rumah dan di masyarakat (Strange,1935,dalam Glading,1995). Pada dekade ini pendidikan di AS terpengaruh oleh gerakan dinamika kelompok yang dipelopori oleh Kurt Lewin. Pada saat itulah, gerakan bimbingan kelompok dan bimbingan jabatan dipengaruhi oleh prinsip-prinsip dinamika kelompok melalui kegiatan bimbingan di dalam kelas. Dalam keadaan ini bimbingan kelompok AS cenderung mengarah ke bimbingan jabatan. Siswa diajar membuat keputusan dalam masalah karir. Pada saat itu sifat bimbingan kelompok sama seperti pelajaran dalam kelas biasa. Kadang-kadang siswa diberi nilai untuk bimbingan kelompok itu. 

Dengan pendekatan tersebut dirasakan bahwa bimbingan kelompok menemui kegagalan. Dengan dinamika kelompok kegiatan kelas biasa menjadi lebih berhasil. Dengan demikian pengaruh prinsip-rpinsip dinamika kelompok dalam pendidikan di sekolah memberikan hasil positif ditinjau dari keberhasilan belajar siswa, tetapi menyebabkan program bimbingan kelompok menjadi gagal. Keadaan itu menyebabkan ahli bimbingan kelompok berusaha mengembangkan suatu pendekatan yang cocok dan efektif untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok. Gerakan itu banyak dipengaruhi oleh konseling perilaku dan gerakan latihan keterampilan. Latihan keterampilan dalam hal ihni adalah latihan keterampilan bertindak,seperti:
  • menjadi berani bertindak tegas;
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik;
  • Mampu memecahkan masalah dengan baik dan tepat.
Gerakan ini membawa perkembangan mendorong para ahli untuk mengembangkan konsep bimbingan kelompok menjadi konseling kelompok. R.D.Allen (1931,dalam Gladding,1995) menggunakan bentuk konseling kelompok pada saat yang hampir bersamaan dimana Moreno menggunakan terapi kelompok. Dengan demikian upaya bantuan yang diberikan dalam bimbingan kelompok cenderung menjadi upaya konseling kepada individu-individu dalam kelompok. Pada akhir 1950 bimbingan kelompok digantikan dengan konseling kelompok sebagai salah satu cara utama membawa perubahan tingkah laku, terutama dalam latar belakang pendidikan (Gazda,1989).
 
Kegiatan bantuan dalam kelompok dengan proses-proses kelompok yang unik itu pada gilirannya lebih memperhatikan kepentingan individu yang membutuhkan bantuan secara khusus. Bimbingan kelompok pada akhirnya menjadi lebih diartikan sebagai bantuan kepada individu dengan segala kepentingan,kebutuhan dan permasalahannya. Upaya bantuan yang diberikan dalam bimbingan kelompok itu cenderung menjadi upaya konseling kepada individu-individu anggota kelompok. Bimbingan kelompok berkembang menjadi konseling kelompok, yang pada tahun 1960 menjadi sangat populer bersamaan dengan psikoterapi. Pada tahun 1970 banyak dilakukan penelitian dan pengembangan konseling kelompok, seperti dilakukan oleh Irwin Yalom, Gazda,Liberman,Elliot dsb. Pada tahun 1980,popularitas KONSELING KELOMPOK ditingkatkan, teori dan praktik terus diperbaiki. 

Pada awal tahun 1980,AGPA (American Group Psychotherapy Association) mempublikasikan teori sistem untuk digunakan dalam kelompok. Gazda (1989) menawarkan” konseling kelompok perkembangan” dengan populasi ganda untuk mengajarkan dasar-dasar keterampilan hidup. Pada akhir tahun 1980, kerja kelompok dikenal sebagai sebuah alat yang berharga dalam membantu individu dalam latar belakang yang beragam. Pada tahun 1990 sampai sekarang KONSELING KELOMPOK terus berkembang: Sejumlah buku baru diterbitkan; Konseling kelompok ditingkatkan penggunaannnya di sekolah,terutama sebagai salah satu cara mempengaruhi kemajuan pendidikkan dan kemampuan sosial. Pada tahun 1990,ASGW (Assosiation for Specialists in Group Work) menyetujui dan menerbitkan standar profesional untuk melatih para pekerja kelompok, termasuk salah satunya adalah konseling kelompok (Gladding,1995).

0 التعليق:

Post a Comment

Penulis
Pendidikan
1. S1 BK (STKIPMPL)
2. S2 BK (Unnes)