KONSEP KARIR, PEKERJAAN DAN JABATAN

Konsep Karir

Karier sebagai bentuk perkembangan adalah dari Donald Super (dalam Munandir, 1996). Teori ini dasarnya adalah bahwa kerja itu penwujudan konsep diri. Artinya orang mempunyai konsep diri dan dia berusaha menerapkan konsep diri itu dengan memilih pekerjaan, hal yang menurut orang tersebut paling memungkinkannya berekspresi diri. Menurut paham ini, pilihan karier adalah soal mencocokkan (matching). 

Di dalam irama hidup orang, terjadi perubahan-perubahan dan ini berpengaruh pada usahanya untuk mewujudkan konsep diri itu. Teori perkembangan menerima teori matching (teori konsep diri), tetapi memandang bahwa pilihan kerja itu bukan peristiwa yang sekali terjadi dalam hidup seseorang (misalnya waktu tamat pendidikan dan mau meninggalkan sekolah). Orang dan situasi lingkungannya itu berkembang, dan keputusan karier itu merupakan rangkaian yang tersusun atas keputusan yang kecil-kecil.

Menurut John Holland (dalam Munandir, 1996) karier merupakan ekspresi atau perluasan kepribadian ke dalam dunia kerja yang diikuti dengan pengidentifikasian terhadap stereotipe okupasional tertentu. Perbandingan antara self dengan persepsi tentang suatu okupasi dan penerimaan atau penolakannya merupakan faktor penentu utama dalam pilihan karier. Harmoni antara pandangan seseorang terhadap dirinya dengan okupasi yang disukainya membentuk “modal personal style”. Orientasi kesenangan pribadi (modal personal orientation) merupakan proses perkembangan yang terbentuk melalui hereditas dan pengalaman hidup individu dalam bereaksi terhadap tuntutan lingkungannya. Sentral bagi teori Holland adalah konsep bahwa individu memilih sebuah karier untuk memuaskan orientasi kesenangan pribadinya. Jika individu telah mengembangkan suatu orientasi yang dominant, maka akan lebih besar kemungkinan baginya mendapatkan kepuasan dalam lingkungan okupasi yang sesuai. Akan tetapi, jika dia belum dapat menentukan pilihan, maka kemungkinan mendapat kepuasan itu akan hilang. Orientasi kesenangan pribadi yang didukung oleh lingkungan kerja yang sesuai akan menentukan pilihan gaya hidup individu. 

Menurut  Gibson  dkk.  (1995:  305)  karir  adalah  rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Dengan demikian  karir  seorang  individu  melibatkan  rangkaian  pilihan dari   berbagai   macam   kesempatan.   Jika   ditinjau   dari   sudut pandang organisasi, karir melibatkan proses dimana organisasi memperbaharui  dirinya  sendiri  untuk  menuju  efektivitas  karir yang merupakan batas dimana rangkaian dari sikap karir dan perilaku dapat memuaskan seorang individu.

Karir tidak jauh berbeda dengan maksud yang terkadung dalam arti kata pekerjaan, meskipun Winkel mengatakan bahwa jika kata pekerjaan diterjemahkan kedalam bahasa inggris sebagai job, employment, masih belum menyatakan makna keseluruhan dari kompleksitas makna pekerjaan bagi individu (WS. Winkel, 1997)

Dari pendapat para ahli diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa karir merupakan suatu keadaan atau kondisi yang membawakan terjadinya suatu peningkatan status nilai, sikap dan perilkau dalam perkembangan kehidupan yang telah dicapai seseorang selama masa kerjanya dalam organisasi sesuai dengan bidang karir yang telah ditetapkan, dengan pola-pola karir (tingkat, urutan dan durasi) serta terjadi dari semenjak dilahirkan hingga dihidupkan kembali setelah kematian dalam keridhoan Rabb-nya.

Konsep Pekerjaan menurut ahli

Dalam proses pilihan pekerjaan, Holland (Sukardi, 1987: 81) bependapat bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor diri dan faktor lingkungan. Faktor diri meliputi pengetahuan tentang diri (self-knowledge), evaluasi diri (self-evaluation), dan pengetahuan karir (arah atau luasnya pekerjaan). Sedangkan faktor lingkungan meliputi potensi lingkungan, tekanan sosial yang bersumber dari keluarga dan teman, penilaian atasan dan potensi dari atasan, serta batasan-batasan yang berasal dari sumber sosial ekonomi dan lingkungan fisik

Dari pendapat ahli tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pekerjaan merupakan sesuatu kegiatan yang sengaja dilakukan untuk dijadikan pokok penghidupan dengan mengharapkan adanya suatu imbalan atau penghasilan berupa uang atau sejenisnya demi mencapai kemaslahatan kehidupan. Pekerjaan tidak menuntut suatu keahlian yang khusus dalam bidang yang ditanganinya, misalnya Tukang Becak, seorang yang tidak memiliki keterampilan khusus dan pendidikan satu jurusan pun bisa memiliki pekerjaan sebagai tukang becak. Komitmen dan keseriusan sangat diperlukan dalam suatu pekerjaan, meskipun pendidikan bukan suatu prioritas utama. Maka sudah sewajarnya jika integritas dari pekerjaan dapat dipertahankan dalam sebuah makna berbasis kejujuran.

Konsep jabatan menurut ahli

Jabatan menurut Wursanto (1991: 39) adalah sebagai berikut: ”Jabatan diartikan sebagai kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang pegawai dalam susunan suatu organisasi.” Jabatan berkaitan dengan serangkaian pekerjaan yang akan dilakukan dan persyaratan yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut dan kondisi lingkungan di mana pekerjaan tersebut dilakukan. Data yang dikumpulkan secara lebih rinci meliputi tugas-tugas (duties), tanggung jawab (responsibility), kemampuan manusia (human ability), dan standar unjuk kerja (performance standard).

Dari pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa jabatan merupakan Kedudukan yang menetapkan tugas, wewenang, hak dan tanggung jawab yang melekat pada seorang pekerja dalam suatu satuan organisasi dengan kondisi yang mengikat dan bersifat professional.


DAFTAR PUSTAKA

Gibson, James L., John M. Ivancevich, dan James H. Donelly..1995. Organizations Behavior Structure and Process. Homewood, Illionis : Richard D. Irwin Inc.

Munandir. 1996. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jendral Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Pendidikan Akademik

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karier di Sekolah-Sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wursanto. 1991. Manajemen Kepegawaian 1. Yogyakarta: Kanisius.

Winkel. 1997. Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Jakarta : Grasindo


SHARE THIS

Author:

Pendidikan : S1 BK, S2 BK. Pekerjaan : Dosen STMIK Pringsewu, Dosen Tamu BKI FDIK UIN Lampung. Keahlian : Model-model Konseling, BK Komprehensif, Konseling kelompok, Statistik Sosial

Previous Post
Next Post