Elemen-elemen dalam Konseling Kelompok

Konseling kelompok adalah suatu upaya yang melibatkan berbagai elemen satu sama lain berinteraksi sedemikian rupa membentuk suatu sistem. Elemen-elemen itu meliputi ;

1) Individu. Konseling kelompok adalah suatu sistem pemberian bantuan yang melibatkan banyak individu yang masing-masing memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Kondisi seperti ini menuntut konselor untuk memperluas pandangan, wawasan dan cakrawala ketika membangun kelompok. Artinya konselor harus tanggap dan menyadari adanya perbedaan-perbedaan yang mungkin muncul dalam kelompok menyangkut kepentingan, harapan, nilai-nilai dan permasalahan-permasalahan dengan segala keunikannya sebagai bagian kehidupan sosial masyarakat yang terikat dengan hukum sosial dan budaya lingkungan sosialnya

2) Suasana kelompok. Kelompok merupakan kumpulan individu-individu yang berinteraksi sedemikian rupa dengan kesadarannya masing-masing untuk memiliki dan mencapai tujuan bersama. Interaksi antara indvidu dalam kelompok memungkinkan individu untuk : (1) memiliki dan diterima, (2) bertukar pengalaman, (3) bekerjasama dengan orang lain, dan (4) menerima dan memberikan respon satu dengan lainnya. Untuk itulah, konselor dituntut untuk menumbuhkan dan menjaga suasana kondusif ketika kelompok sudah terbentuk.

3) Pertumbuhan dan perkembangan. Konseling kelompok akan efektif kalau di dalamnya terdapat suasana yang memudahkan anggota kelompok menumbuhkembangkan potensi yang dimilikinya. Disamping itu konseling kelompok menjadi efektif ketika individu-individu dalam kelompok mampu menyadari kelebihan dan kekurangannya dan mengambil manfaat dari pengalaman hidup dalam kelompok untuk measa depan kehidupan pribadinya.

4) Pengalaman dalam kelompok. Interaksi individu dalam kelompok merupakan pengalaman yang dimaknai berbeda-beda dengan tingkat kesadaran masing-masing oleh setiap individu. Konseling kelompok efektif apabila individu dalam kelompok memperoleh pengalaman yang mengakibatkan dirinya terdorong untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik disbanding sebelum bergabung dalam kelompok.

5) Pencegahan. Konseling kelompok yang efektif merupakan media yang memiliki daya cegah bagi anggota kelompoknya untuk memunculkan perilaku yang merugikan dirinya maupun lingkungan sosialnya, sehingga dia mampu tampil wajar sesuai tuntutan yang dibutuhkan lingkungannya.

6) Perbaikan. Ketika individu dalam kelompok merasakan dirinya menghadapi permasalahan yang rumit dan berat dan bahkan merasa dirinya pada titik paling bawah dibandingkan dengan anggota lainnya, maka konseling kelompok menjadi efektif manakala mampu menampilkan sifat perbaikan. Yaitu kemampuan mengubah persepsi individu dengan mendorong individu berbagi pengallaman dengan individu lain agar perilaku yang cenderung merugikan dan bahkan menyalahkan diri sendiri dapat segera diperbaiki menjadi perilaku yang lebih produktif sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Mungin Eddy Wibowo. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UNNES Press

SHARE THIS

Author:

Pendidikan : S1 BK, S2 BK. Pekerjaan : Dosen STMIK Pringsewu, Dosen Tamu BKI FDIK UIN Lampung. Keahlian : Model-model Konseling, BK Komprehensif, Konseling kelompok, Statistik Sosial

Previous Post
Next Post