Prinsip-prinsip Teori Psikoanalisis

Prinsip kesenangan ; pada awalnya dipresentasikan sebagai prinsip ketidaksenangan, mengikuti keajekan hipotesis yang mengatakan bahwa “Piranti mental pada dasarnya berusaha keras untuk mempertahankan kuantitas rangsangan serendah mungkin atau paling tidak menjaganya agar tetap konstan”. Jadi, semua hal yang meningkatkan kuantitas rangsangan akan dirasakan tidak menyenangkan dan apa pun yang menguranginya akan dirasakan menyenangkan. Freud mengkualifikasikan ide dominasi prinsip kesenangan dengan mengatakan bahwa meskipun dalam pikiran ada kecenderungan yang kuat kearah prinsip kesenangan, ada juga kekuatan-kekuatan lain sebagai lawannya, hasil akhir tidak selalu memenuhi kecenderungan yang mengacu kepada kesenangan.


Prinsip realitas ; gratifikasi insting ditunda sampai kenyataan memungkinkan seseorang untuk mendapatkan kesenangan maksimum dengan rasa sakit atau konsekuensi negatif maksimum. Misalnya dorongan seksual dalam id mungkin mendorong seseorang untuk melakukan rayuan seksual orang terhadap yang disukai akan tetapi ego akan menghentikan untuk bertindak secara impulsif, ego akan memonitor realitas, menilai apakah kesempatan akan benar-benar berhasil dan menunda tindakan sampai dia mengembangkan strategi yang dapat membawa kesuksesan. Menurut prinsip realitas, energi dari id dapat diblok, dialihkan atau dilepaskan secara gradual, semuanya tergantung kepada tuntutan realitas.

Prinsip konstansi ; hidup psikis berkecenderungan untuk mempertahankan kuantitas ketegangan psikis pada taraf serendahmungkin atau setidak-tidaknya pada taraf yang sedapat mungkin stabil. Konstansi atau stabilitas itu dihasilkan dengan melepaskan energy psikis yang sudah ada pada subjek atau dengan menghindarkan bertambahnya keteganngan, misalnya melalui jalan “pertahanan” melawan pertambahan tersebut. Prinsip ini diambil alih oleh Freud dari psikolog Fechner sejak permulaan pertama terbentuknya psikoanalisis dan tidak pernah ia tinggalkan. Dengan demikian, berbgai gejala psikis dapat dimengerti sebagai percobaan (berhasil atau tidak) untuk mempertahankan atau memulihkan konstansi tersebut.

SHARE THIS

Author:

Pendidikan : S1 BK, S2 BK. Pekerjaan : Dosen STMIK Pringsewu, Dosen Tamu BKI FDIK UIN Lampung. Keahlian : Model-model Konseling, BK Komprehensif, Konseling kelompok, Statistik Sosial

Previous Post
Next Post