Konseling Rehabilitasi


Masyarakat selalu mengagumi individu-individu yang berhasil mengatasi cacat tubuh mereka dan mencapai keberhasilan yang mencolok : Franklin D. Roosevelt yang kedua kakinya lumpuh karena polio di usia 39 tahun justru berhasil menjadi Presiden Amerika dan menjadi pemimpin yang berhasil membawa negerinya melewati perang dunia kedua dengan tabah. Riset yang dilakukan Leahy, Szymanski dan Linkowski (1993) menemukan kalau 10 bidang pengetahuan berikut inilah yang merepresentasikan persyaratan kompetensi inti bagi konseling rehabilitasi :
  1. Layanan konseling dan konsultasi pekerjaan
  2. Aspek-aspek medis dan psikologis
  3. Konseling individu dan kelompok
  4. Program evaluasi dan riset
  5. Manajemen kasus dan koordinasi layanan
  6. Isu-isu keluarga, gender dan multibudaya
  7. Fondasi-fondasi rehabilitasi
  8. Kompensasi pekerja
  9. Penghalang-penghalang lingkungan dan sikap, dan
  10. asesmen
Pengetahuan khusus menganai penyandang cacat dan faktor-faktor lingkungan yang berinteraksi dengan kondisi cacat tersebut, selain juga jangkauan pengetahuan dan keahlian yang diisyaratkan bisa juga ditambahkan pada konseling, membedakan konselor reahabilitasi dari tipe konselor lain di dalam lingkungan pemberian layanan dewasa ini (Leahy & Szymanski, 1995, hlm. 163)

Para konselor rehabilitasi membantu klien mengatasi penurunan kemampuan mereka. Para konselor tersebut biasanya bekerja dengan klien-klien spesifik seperti tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita, tuna netra, tuna wicara, dan lain-lain. Para konselor membantu mereka tetap bisa melakukan aktivitasi hidup normal sekalipun memiliki cacat, atau mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kondisinya, atau membantu mereka yang sudah bekerja mengatasi sejumlah tantangan dan demi memaksimalkan pencapaian kerja mereka.

Peran konselor rehabilitasi, sangat kompleks karena menyediakan jangkauan layanan psikologis dan berorientasi karir yang luas dan melakukan kerja sama dan sering mengoordinasikan upaya-upaya lembaga komunitas demi kepentingan klien. Sebagai pribadi sumber daya, mereka juga mendorong para klien mencapai penyesuaian dan perkembangan diri optimum kliennya. Program pelatihan sebagai konselor rehabilitasi menunjukkan semua peran ini.

sumber : Gibson, R.L., & Mitchel, M.H. 2011. Bimbingan dan Konseling : Edisi Ketujuh. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Share This Article
Komentar Anda

PUJAKESUMA (Putra Jawa Kelahiran Sumatera)