SKRIPSI DALAM KENANGAN II

Tulisan ini menindaklanjuti,,, ceilee,e,,,,,, SKRIPSI DALAM KENANGAN I yang telah sahabat baca sebelumnya, disini saya hanya sebatas berbagi pengalaman, jadi harap memaklumi apabila terdapat beberapa tips yang kurang tepat. Cekidot... langsung aje yeee... yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan skripsi tahap berikutnya yakni,

Fokus pada Materi

Sebelum mulai menulis cobalah anda tanyakan pada diri sendiri: "Bidang apa dalam Bimbigan  dan konseling yang sesuai dengan selera saya; Klinis, Perkembangan, Sosial, Layanan, karir, atau tentang pendekatan-pendekatan ?". Selanjutnya tentukan pilihan anda dan mulailah memilih topik yang sederhana dan gampang untuk mencari sumber bacaan atau informasi. Jangan menulis suatu topik yang terlalu luas, usahakan fokus pada satu permasalahan dan anda harus dapat membuat batasan secara jelas. Permasalahan yang dirumuskan haruslah logis dan terdukung oleh literatur dan bahan bacaan yang memadai... karena permasalahan mahasiswa yang berada di Lampung itu sangat sedikit sekali literatur yang bisa di dapatkan. 

Seandainya sahabat ada yang memiliki saudara di Jogja, bisa minta tolong saudara/sahabat yang berada di sana untuk mencarikan literatur...lumayan lho... teman saya ada yang beli 8 buku habisnya gak nyampek 200 ribu... Jadi dalam skrisp itu, janganlah anda mempersulit diri dengan memilih topik yang hebat-hebat atau heboh padahal anda tidak yakin bahwa anda menguasai materi tersebut, dan jangan terlalu idealis bila anda ingin menyelesaikan skripsi dengan cepat dan tepat waktu. Namun demikian tidak berarti bahwa skripsi boleh dibuat ala kadarnya. Sebagai orang berpendidikan anda juga harus sadar bawa skripsi yang anda hasilkan harus memiliki nilai akademis dan manfaat bagi siapapun yang berkepentingan terhadap skripsi tersebut.

Langkah awal yang terpenting untuk diingat dalam penulisan suatu penelitian ilmiah (Skripsi) adalah kemampuan anda untuk membuat rumusan permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian tersebut. Semua itu harus memiliki landasan teori yang mendasar dan didukung argumen logis dari penulis. Tanpa itu mustahil dapat disetujui oleh dosen pembimbing.
 
Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi

Dalam menyusun skripsi, menulis bukanlah kemampuan satu-satunya yang harus dikuasai, karena kemampuan sosialisasi memiliki porsi yang cukup vital. Rasa takut untuk menemui dosen pembimbing adalah salah satu cerminan kemampuan sosialisasi yang buruk. Rasa takut ini harus dibuang jauh-jauh dengan memulai dari diri sendiri dengan cara paling sederhana seperi menjaga penampilan fisik dan bersopan santun. Terkadang mahasiswa tidak percaya diri karena penampilan fisik yang tidak layak bagi seorang mahasiswa seperti memakai celana jeans robek, tidak memakai sepatu, rambut gondrong dan dikucir...koyo kuda wae... "dikucir", dan hal lain yang menjadi kebiasaaan buruk dalam penampilan sehari-hari. Bagi sebagian mahasiswa mungkin tidak akan ada masalah jika berhadapan dengan mahasiswa lain atau teman-temannya, tetapi jika berhadapan langsung dengan dosen pembimbing, seringkali mereka menjadi tidak percaya diri. Nah bagi anda yang merasa bahwa penampilan anda kurang oke, cobalah segera memperbaikinya. Bila anda sudah dapat memperbaiki penampilan maka rasa percaya diri akan tumbuh lebih baik.


Selain itu rasa takut muncul lebih besar dikarenakan cerita-cerita dari kakak-kakak senior tentang dosen pembimbing yang killer.(jadi keingat ma temen yang begitu tau di bimbing oleh Pak ....., malam harinya tidak bisa tidur, sering bolakbalik ke kamar kecil.... tapi begitu bimbingan,,, malah jadi ketagihan... "ternyata bapak... tidak se'seram yang saya bayangkan",,, katanya.....sekarang dia sudah hampir menyelesaikan bab 5....) Untuk hal ini, sebaiknya anda jangan sekali-kali percaya begitu saja, buktikan terlebih dahulu, karena terkadang reaksi dosen menjadi killer adalah karena sikap mahasiswa yang kurang santun dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi. Terlebih lagi bagi anda mahasiswa Bimbingan dan konseling yang diharapkan lebih dapat bersikap yang lebih baik dibanding dengan mahasiswa jurusan lain. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan anda harus dapat memahami kapan waktu dan kondisi yang tepat untuk bertemu dosen pembimbing. Bila perlu cobalah anda pelajari kepribadian dosen pembimbing anda sehingga anda tahu persis bagaimana membina hubungan yang baik demi kelancaran proses penulisan skripsi anda.

Mulai Sekarang Juga "Inilah saatnya", jangan menunggu, anda harus mulai mencari literatur sedini mungkin. Saat ini juga baca sebanyak mungkin literatur yang anda suka, kemudian rumuskan menjadi variabel yang siap dituliskan di skripsi anda. Datangi seluruh perpustakaan yang ada, toko buku dan pedagang buku bekas untuk mencari bahan-bahan yang anda butuhkan. Jelajahi juga website-website yang menyediakan informasi yang anda butuhkan.

Segeralah lengkapi diri anda dengan buku penuntun penulisan skripsi yang biasanya diterbitkan oleh kampus.. di perpus banyak kok..., dan juga anda harus membaca sebanyak-banyaknya sambil membandingkan skripsi-skripsi yang tterdapat di perpus..Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mencatat dengan lengkap nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit serta halaman dari kutipan yang anda baca. Mengingat bahwa hal-hal tersebut sangat vital, usahakan anda dapat memperoleh copy dari tulisan yang anda kutip.

Begitu data/informasi sudah terkumpul,maka anda harus segera menyusun tulisan berdasarkan bahan yang ad. Jangan pernah menunda untuk menyusun skripsi, sebab sekali tertunda maka akan membutuhkan waktu yang lama bagi anda untuk mulai mengerjakannya kembali. Oleh karena itu, MULAILAH SEKARANG JUGA! ...Selamat mencoba, semoga sukses.  

    Buminoto City, (www.isnida.co.cc) ...... selamat menjadi SKS ya sahabat BK sekalian...... (Sarjana Kebut Skripsi)

SKRIPSI DALAM KENANGAN I

SHARE THIS

Author:

Pendidikan : S1 BK, S2 BK. Pekerjaan : Dosen STMIK Pringsewu, Dosen Tamu BKI FDIK UIN Lampung. Keahlian : Model-model Konseling, BK Komprehensif, Konseling kelompok, Statistik Sosial

Previous Post
Next Post