Kemana Akan Dicari Gantinya???

Yaa ikhwany wa akhwaty tercinta rahimakumullah... Tahukah engkau apakah "mutiara yang terindah" yang diberikan Allah Swt kepadamu??? Itulah "kesucian"...
Kita dilahirkan dalam keadaan suci bersih, bagai selembar kertas putih tak bernoda, dan dengan sayangnya Alah Swt berkata: Fitratallaahillatii fatarannaasa 'alaihaa. (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (QS. Ar Rum 30:30) Wahai hamba-hamba terkasih Allah Swt..( QS. Al Maidah 5:54).

Sang Maha pencipta kita berpesan:
Laa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyah, wasaa a sabiilaa. Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang sangat buruk. (QS. Bani Israil 17:32)
Dan Nabiyallah, yang sangat menyayangi dan mencintai kita (QS. At Taubah 9:128) berkata :
Bani Adam (manusia) tidak dapat menghindar dari perbuatan (yang menghantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat, zina telinga adalah dengan mendengar, zina lidah adalah dengan ucapan, zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan. (Dalam hal ini), hati lah yang punya hajat dan cenderung (kepada perbuatan-perbuatan tersebut), dan farji (kelamin) yang menerima atau menolaknya.

Tidakkah takut diri kita ???

Sungguh!!! seluruh anggota-anggota tubuh ini akan ditanya satu-satu apa yang telah dilakukannya, dan sesungguhnya pada hari itu kelak mereka pandai berkata-kata. Sehingga kita termangu tak berdaya dibuatnya.

Al yauma nakhtimu 'alaa afwaa hihim, watukallimunaa aydiihim, watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun. Pada hari ini Kami tutup mulut-mulut mereka, dan berkata kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberikan kesaksian kaki-kaki mereka terhadap apa yang mereka usahakan (dahulu). (QS. Yaasiin 36:65)

Waqaaluu lijuluudihim lima syahid tum 'alainaa. Qaaluu an-taqanallaahul lazii an-taqa kulla syai in, wahuwa khalaqakum awwalu marrah, wailaihi turja 'uun. Dan mereka berkata kepada kulit-kulit mereka :"Mengapa kamu menjadi saksi atas kami?" kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama, dan kepada_Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Fushshilat 41:21)

Wamaa kun-tum tastatiruuna an-yasyhada 'alaikum sam 'ukum walaa absaarukum, walaa juluudukum walaakin-zanan-tum annallaaha laa ya'lamu kasiiran-mimmaa ta'maluun. Dan tidaklah kamu dapat bersembunyi dari persaksian pendengaranmu, penglihatanmu dan kulit-kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwasanya Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Fushshilat 41:22).

Dunia ini telah sangat sarat dengan keduniawiannya, sungguh jika kita tiada hati-hati menyikapinya, mudah saja kita jatuh dalam arti kehilangan fitrah sebagaimana mestinya... Karena itu, Ku mohon padamu...(kita semua...) Tolong dijaga "mutiara terindahmu" wahai akhi..., Tolong dijaga "mutiara terindahmu" duhai ukhty..., Jangan nodai dia!!! Demi Allah, sungguh !!! diri kita sendiri yang akan histeris jika mendapati kesucian itu hilang, terbang bagai angin... Kemana Akan Dicari Gantinya???...

Tak merasa perihkah kita? (jika kita dapati jasad yang mulanya jijik, dan dimuliakan_Nya, kemudian kita kotori kembali???) Tidakkah kita sadari siapa kita ini sebenarnya dan dari apa asal kita ?

Huwal lazii khalaqakum min-turaabin, summa min nutfatin, summa min 'alaqatin, summa yukhrijukum tiflan, summa litablughuu asyuddakum, summa litakuunuu syuyuukhaan, wamin-kum man-yutawaffaa min-qablu, walitablughuu ajalaan-musamman, wala 'allaqum ta'qiluun. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada masa dewasa, kemudian (dibiarkan) hidup supaya kamu menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan kamu dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu mengerti. (QS. Al Mu?min 40:67).

Jika mutiara berharga itu telah sirna... Mampukah lagi diri ini menatap dunia?, Mampukah lagi kita berdiri, bangkit dan bangun membawa "jiwa dan raga" yang telah berganti tak ubahnya najis yang ditakuti semua insan dunia ini???
Nun disekitar kita..., sekarang, kemarin dan jaman dahulu kala, masih ada saja yang "khilaf akan dirinya". Sungguh sangat disayang, seribu kali sayang. Tidakkah terbayang murkanya Allah akan perbuatan tersebut???.

Karena itu...sayangilah dirimu wahai sahabatku..., Karena sungguh !!! Dimana jiwa ini berada dalam genggaman_NYA. Kita tak punya apa-apa atas diri kita, ... Sungguh !!! kita ini binasa dan akan sirna bagai fatamorgana... Apa yang ada pada kita, hanyalah titipan... Semua akan diminta_NYA kembali... Karena itu, sungguh tak pantas diri kita berbuat "keburukan" walau hanya setitik embun yang kita kira akan lesap, kering terkena sinar matahari...

Allah sangat mencintai kita..., bisakah kita mencintai_Nya??? Mencintai_Nya dengan menjaga baik-baik jasad yang satu-satunya ini. Dan Rasul sangat menyayangi kita, jangan biarkan matanya mengabut dan berlinang? Cinta perlu pengorbanan wahai hamba terkasih Allah... Engkau hanya dimintanya menjaga dirimu..., bersyukurlah..


0 التعليق:

Post a Comment

Penulis
Pendidikan
1. S1 BK (STKIPMPL)
2. S2 BK (Unnes)