Teori Bimbingan Karir menurut para Ahli


Terdapat sejumlah pakar dari Barat yang mengemukakan teorinya tentang karier. Dari sejumlah pakar yang menaruhkan perhatiannya pada soal karier dan pilihan karier ini akan disajikan enam yang dipandanteorinya. Teori-teori itu adalah teori perkembangan karier Super, teori perkembangan karier Ginzberg, Teori pemilihan jabatan Hoppock, teori Pilihan Jabatan Holland, teori pengambilan keputusan karier Krumbortz, dan teori trait-and-factor. Disni saya akan mencoba menulisnya secara bertahap..


1.    Teori Perkembangan Jabatan Donald Super

Teori lain yang memandang pilihan karier sebagai bentuk perkembangan adalah dari Donald Super. Teori ini dasarnya adalah bahwa kerja itu penwujudan konsep diri. Artinya orang mempunyai konsep diri dan dia berusaha menerapkan konsep diri itu dengan memilih pekerjaan, hal yang menurut orang tersebut paling memungkinkannya berekspresi diri. Menurut paham ini, pilihan karier adalah soal mencocokkan (matching). Di dalam irama hidup orang, terjadi perubahan-perubahan dan ini berpengaruh pada usahanya untuk mewujudkan konsep diri itu. Teori perkembangan menerima teori matching (teori konsep diri), tetapi memandang bahwa pilihan kerja itu bukan peristiwa yang sekali terjadi dalam hidup seseorang (misalnya waktu tamat pendidikan dan mau meninggalkan sekolah). Orang dan situasi lingkungannya itu berkembang, dan keputusan karier itu merupakan rangkaian yang tersusun atas keputusan yang kecil-kecil.

Pilihan kerja merupakan fungsi tahap perkembangan orang dan prosesnya berlangsung dalam rangka penunaian kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang dinamakan Super tugas-tugas perkembangan pekerjaan. Tugas-tugas perkembangan itu adalah preferensi pekerjaan (14-18 tahun), spesifikasi preferensi (18-21 tahun), implementasi preferensi (21-25 tahun), stabilisasi di dalam suatu pekerjaan (25 – 35 tahun), dan konsolidasi status dan kemajuan (masa akhir usia 30-an dan pertengahan usia 40-an).

Teori Super dinyatakan dalam bentuk proposisi. Pada mulanya, yaitu pada 1953, Super mengenali sepuluh proposisi, kemudian, 1957, bersama Bachrach, itu dikembangkan menjadi dua belas. Proposisi-proposisi itu adalah (Super, 1984):
  1. Orang itu berbeda-beda kemampuan, minat dan kepribadiannya.
  2. Karena sifat-sifat tersebut, orang itu mempunyai kesenangan untuk melakukan sejumlah pkerjaan.
  3. Setiap pekerjaan menghendaki pola kemampuan, minat dan sifat kepribadian yang cukup luas, sehingga bagi setiap orang tersedia beragam pekerjaan dan setiap pekerjaan terbuka bagi bermacam-macam orang.
  4. Preferensi dan kemampuan vokasional, dan konsep diri orang itu berubah-ubah. Pilihan dan penyesuaian merupakan proses yang berkelanjutan.
  5. Orang mengalami proses perubahan melalui tahap-tahap pertumbuhan (Growth), eksplorasi, kemapanan (establishment), pemeliharaan (maintenance), dan kemunduran (decline).
1)    Growth (sejak lahir hingga 14 atau 15 tahun), ditandai dengan perkembangan kapasitas, sikap, minat, dan kebutuhan yang terkait dengan konsep diri;
2)    Exploratory (usia 15-24), ditandai dengan fase tentative di mana kisaran pilihan dipersempit tetapi belum final. Tahap eksplorasi selanjutnya terbagi atas fase-fase fantasi, tentatif dan realistik.
3)    Establishment (usia 25-44), ditandai dengan trial dan stabilisasi melalui pengalaman kerja; tahap kemapanan terbagi atas fase-fase uji coba (trial) dan keadaan mantap (stable)
4)    Maintenance (usia 45—64), ditandai dengan proses penyesuaian berkelanjutan untuk memperbaiki posisi dan situasi kerja; dan
5)    Decline (usia 65+), ditandai dengan pertimbangan-pertimbangan pra-pensiun, output kerja, dan akhirnya pensiun.

Tahap-tahap kehidupan tersebut disebut “daur besar” (maxycycle). Orang mengalami juga daur yang lebih kecil ketika dalam peralihan dari satu tahap, ke tahap berikutnya, yaitu waktu terjadi ketakmantapan karier. Keadaan ini menimbulkan pertumbuhan baru, eksplorasi baru, dan perlembagaan baru.
  1. Pola karier orang ditentukan oleh taraf sosioekonomi orangtua, kemampuan mental, ciri kepribadian dan oleh tersedianya kesempatan. Yang dimaksud dengan keadaan pola karier ialah tingkat pekerjaan ya-rg dicapai dan bagaimana sekuensi (runtunan), frekuensi (keseringan), dan durasi (lama kelangsungan) pekerjaan-pekerjaan yang masih bersifat uji coba dan yang sudah mantap.
  2. Perkembangan orang dalam melewati tahap-tahap dapat dipandu dengan bantuan untuk pematangan kemampuan dan minat dan dengan bantuan untuk melakukan uji realitas (reality testing) serta untuk mengembangkan konsep diri.
  3. Perkembangan karier adalah proses mensintesis dan berbuat kompromi dan pada dasarnya ini adalah soal konsep diri. Kosep diri merupakan hasil interaksi kemampuan bawaan keadaan fisik, kesempatan berperan, dan evaluasi apakah peranan yang dimainkan itu memperoleh persetujuan orang yang lebih tua atau atasan dan teman-teman.
  4. Proses mensintesis atau kompromi antara faktor-faktor individu dan sosial, antara konsep diri dan realitas, adalah proses permainan peranan dalam berbagai latar dan keadaan (pribadi, kelompok, pergaulan, hubungan, kerja).
  5. Penyaluran kemampuan, minat, sifat kepribadian, dan nilai menentukan diperolehnya kepuasan kerja dan kepuasan hidup. Kepuasan juga bergantung pada kemapanan dalam pekerjaan, situasi pekerjaan, dan cara hidup yang memungkinkan orang memainkan peranan yang dinilai cocok dan patut.
  6. Kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu selaras dengan penerapan konsep diri.
  7. Bekerja dan pekerjaan merupakan titik pusat organisasi kepribadian bagi kebanyakan orang, sedangkan bagi segolongan orang lagi yang menjadi titik pusat adalah hal lain, misalnya pengisian waktu senggang dan kerumahtanggaan.
Dalam perkembangan selanjutnya, melalui studi-studi dan kajian-kajian, dan memperoleh balikan dan kecaman atas teorinya dari sejumlah pakar, Super menyempurnakan teorinya.
Share This Article
Komentar Anda

ingin mengenal admin?
kunjungi blog pribadi saya di
http://isnidhanianto.blogspot.com