Konteks Skenario:
- Klien : Rian, siswa kelas 12 SMA yang merasa sangat cemas karena takut gagal masuk universitas pilihannya.
- Masalah: Memiliki keyakinan irasional bahwa jika ia gagal, ia adalah produk gagal dan mengecewakan semua orang.
- Tujuan: Mengubah Irrational Belief (iB) menjadi Rational Belief (rB).
Skenario Konseling REBT
Tahap 1: Identifikasi *Activating Event* (A) & *Consequence* (C)
- Konselor: "Selamat siang, Rian. Tampaknya hari ini kamu terlihat agak tegang. Ada yang ingin kamu ceritakan?"
- Rian: "Siang, Pak. Iya, saya kepikiran terus soal pengumuman jalur undangan kuliah bulan depan. Saya sampai tidak bisa tidur dan tidak fokus belajar."
- Konselor:** "Jadi, pengumuman itu membuatmu merasa cemas yang luar biasa hingga mengganggu aktivitasmu? (C)"
- Rian: "Sangat, Pak. Saya merasa kalau sampai saya tidak diterima di Jurusan Teknik itu, habislah masa depan saya."
Tahap 2: Mengungkap Belief (B) - Keyakinan Irasional
- Konselor:"Mari kita bedah lebih dalam. Apa yang sebenarnya melintas di pikiranmu saat membayangkan skenario terburuk kalau tidak diterima?"
- Rian:"Kalau saya gagal, berarti saya bodoh. Orang tua saya sudah keluar banyak biaya untuk les. Saya akan jadi sampah keluarga dan teman-teman akan menertawakan saya. Saya harus lulus, kalau tidak, hidup saya hancur."
- Konselor: "Berarti kamu merasa bahwa harga dirimu dan masa depanmu sepenuhnya bergantung pada satu hasil pengumuman ini? Kamu menganggap gagal di sini adalah kiamat?"
- Rian:"Iya, Pak. Rasanya memang begitu."
Tahap 3: Disputing (D) - Mendebat Keyakinan Irasional
- Konselor: "Rian, mari kita tinjau secara logis. Apakah ada hukum alam yang menyatakan bahwa setiap orang harus lulus di pilihan pertama agar sukses?"
- Rian:"Ya... tidak ada sih, Pak. Tapi kan..."
- Konselor:"Lalu, jika kamu tidak lulus, apakah secara otomatis sel-sel otakmu hilang dan kamu mendadak jadi orang bodoh? Apakah satu kegagalan menghapus semua prestasi yang pernah kamu raih sebelumnya?"
- Rian:"Tidak juga, Pak. Saya tetap punya pengetahuan yang saya pelajari."
- Konselor: "Benar. Dan apakah orang tuamu akan benar-benar mengusirmu atau menganggapmu sampah hanya karena satu hasil tes? Padahal mereka tahu seberapa keras kamu berusaha?"
- Rian:(Terpaku sejenak) "Mungkin mereka kecewa, tapi kayaknya kalau sampai menganggap sampah... tidak mungkin sih, Pak. Mereka sayang saya."
Tahap 4: Membangun Keyakinan Rasional & Effect (E)
- Konselor: "Nah, pikiran 'Saya harus lulus atau saya gagal total' itu adalah tuntutan yang tidak realistis. Bagaimana kalau kita ubah kalimatnya menjadi lebih sehat?"
- Rian:"Maksudnya bagaimana, Pak?"
- Konselor: "Coba katakan ini dalam hati: 'Saya sangat berharap lulus di jurusan ini dan saya sudah berusaha. Namun, jika saya tidak lulus, itu memang mengecewakan, tapi bukan berarti dunia kiamat. Saya tetap pribadi yang berharga dan masih punya jalur lain untuk sukses.'"
- Rian:(Mengulangi kalimat tersebut pelan-pelan) "Rasanya... sedikit lebih ringan, Pak. Tidak seberat 'harus'."
- Konselor: "Tepat. Keinginan itu sehat, tapi menuntut kesempurnaan itu yang menyiksa. Sekarang, apa rencana kamu jika kemungkinan terburuk terjadi?"
- Rian: "Saya masih bisa ikut jalur mandiri, atau mencoba di swasta yang kualitasnya juga bagus. Saya sadar, jalur masuk kuliah itu hanya pintu, bukan tujuan akhirnya."
Tahap 5: Penutup & Tindak Lanjut
- Konselor: "Bagus sekali, Rian. Kamu sudah mulai bisa membedakan mana fakta dan mana tuntutan pikiranmu sendiri. Setiap kali kecemasan itu datang, coba debat lagi pikiran irasionalmu seperti tadi, ya?"
- Rian:"Baik, Pak. Terima kasih. Saya merasa lebih tenang sekarang."
Poin Penting dalam Skenario Ini:
1. A (Activating Event): Menunggu pengumuman kuliah.
2. B (Belief): "Saya harus lulus, kalau tidak saya adalah sampah." (Irasional).
3. C (Consequence): Kecemasan berlebih, insomnia.
4. D (Dispute): Konselor mempertanyakan logika dan bukti dari pikiran Rian.
5. E (Effect):Rian merasa lebih tenang dan memiliki pandangan yang lebih fleksibel/rasional.
Post a Comment for "Skenario Konseling Individu : Teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)"
"Belajar dengan hati, berkarya dengan niat baik, dan jadilah cahaya bagi diri sendiri serta orang lain."